INILAH.COM, Jakarta - Kepolisian Resort Jakarta Selatan menjelaskan kronologi bentrokan antara siswa SMAN 6 Jakarta dengan puluhan wartawan di depan sekolah tersebut, Senin (19/9/2011).
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan AKBP Budi Irawan menjelaskan bentrokan pertama terjadi pada Senin (19/9/2011), pukul 11.00 WIB, di halaman luar SMAN 6 Bulungan, Jakarta Selatan.
Pada bentrokan pertama siswa SMAN 6 diduga melukai wartawan foto Harian Media Indonesia Panca Syurkani. "Kejadian tersebut berawal dari korban yang datang ke sekolah SMAN 6 untuk meliput tindak lanjut kasus perampasan kaset dan kamerawan Trans 7, yang dilakukan pelajar SMAN 6," kata Budi melalui siaran persnya, Selasa (20/9/2011).
Kemudian terjadi percekcokan mulut antara siswa sekolah tersebut dengan puluhan wartawan di area sekolah, dan berujung pada pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok pelajar sekolah negeri favorit itu.
"Pengeroyokan terhadap Panca dilakukan dengan menggunakan tangan yang mengepal sampai terjatuh, sehingga korban mengalami luka bengkak di jari kelingking kanan, lecet di tangan kanan, lutut kiri, dan bengkak di bagian kepala," imbuhnya.
Selanjutnya pada pukul 14.30 WIB pengeroyokan terhadap wartawan kembali terjadi di dekat pintu masuk Terminal Bus Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terhadap wartawan foto Kompas.com Banar Fil Ardhi. "Pengeroyokan diduga dilakukan sekelompok pelajar SMAN 6 yang berjumlah kira-kira 20 orang," jelas Budi.
Setelah itu pengeroyokan dilakukan lagi di depan Kejaksaan Agung, Jl. Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terhadap wartawan Trans TV Doni Fabrianus. Serta terjadi pengerusakan atau pengeroyokan terhadap barang berupa dua unit mobil Toyota Avanza milik Trans TV.
Pengeroyokan pelajar sekolah ini kembali dilakukan terhadap wartawan foto Harian Seputar Indonesia Yudhistiro Pranoto, pada pukul 15.00 WIB, di depan Kejaksaan Agung. "Atas kejadian ini kita telah menyita sebuah pisau, sebuah batu konblok, dan tiga keping CD berisi gambar," kata Budi.
Proses hukum kasus kekerasan terhadap wartawan ini terus berlanjut di Polres Jakarta Selatan. Siswa SMAN 6 Gilang Perdana dan kawan-kawannya telah resmi sebagai pihak terlapor, dan akan dijadwalkan untuk diperiksa sebagai saksi terlapor. [bar]
Jumat, 23 September 2011
SBY: Kamar Mandi dan WC-nya Oke
JAMBI, KOMPAS.com — Menjelang bertolak kembali ke Jakarta, Jumat (23/9/2011), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau SMP Negeri 14 Jambi dan SD Negeri 97/IV Kecamatan Kotabaru, Jambi.
Kunjungan Presiden itu disebut-sebut mendadak karena tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, baik itu ke Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, maupun ke pihak sekolah. "Ingin melihat kondisi bangunan sekolah dan kebersihan," kata Presiden yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono.
Dalam peninjauannya di SMPN 14, Presiden masuk ke ruang kepala sekolah, ruang kelas, ruang guru, kamar mandi, dan ruang perpustakaan. "Ini kamar mandi dan WC pada dasarnya ok, ada airnya, tidak bau. Ada sawangnya sedikit, saya minta dibersihkan," kata Presiden selepas melihat kamar mandi dan WC di sana.
Presiden juga meminta agar pihak sekolah memperbanyak tempat sampah sehingga sekolah yang relatif bersih itu menjadi semakin bersih. Dalam kunjungan itu, siswa-siswi SMPN 14 yang kebetulan sedang berolahraga tampak antusias melihat dan menyapa Presiden. "Heee.... Bapak aku datang," kata salah seorang siswi.
Saat meninjau ruang perpustakaan yang menyatu dengan ruang komputer, Kepala SMPN 14 Zaidawati mengeluhkan komputer yang sudah rusak dan tidak mampu melakukan pengadaan baru. Menanggapi keluhan tersebut, di sekolah yang memiliki 23 kelas, 864 siswa, dan 54 guru itu, Presiden menyatakan akan memberikan bantuan Rp 100 juta.
Sementara Presiden meninjau perpustakaan, para guru perempuan di sana juga tampak antusias berfoto dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.
Selanjutnya, Presiden dan rombongan meninjau SDN 97 yang terletak di seberang SMPN 14. Kebetulan Kepala SD 97 A Kasno tengah dinas di luar. Dalam peninjauan di sana, Presiden dipandu wali kelas VI, Fitriani.
Sama seperti sebelumnya, Presiden juga meninjau ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang kelas, dan WC. Presiden juga tampak puas karena lingkungan di SD tersebut bersih.
Pada kesempatan itu, Fitriani mengeluhkan lapangan yang belum di beton sehingga masih berdebu. Fitriani juga mengatakan, sekolah ini belum memiliki mushala. Mendengar hal itu, spontan Ibu Negara memanggil Menteri Agama Suryadharma Ali untuk memberikan perhatian.
Di sekolah itu, Presiden menyatakan akan memberikan bantuan Rp 50 juta.
Kunjungan Presiden itu disebut-sebut mendadak karena tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, baik itu ke Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, maupun ke pihak sekolah. "Ingin melihat kondisi bangunan sekolah dan kebersihan," kata Presiden yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono.
Dalam peninjauannya di SMPN 14, Presiden masuk ke ruang kepala sekolah, ruang kelas, ruang guru, kamar mandi, dan ruang perpustakaan. "Ini kamar mandi dan WC pada dasarnya ok, ada airnya, tidak bau. Ada sawangnya sedikit, saya minta dibersihkan," kata Presiden selepas melihat kamar mandi dan WC di sana.
Presiden juga meminta agar pihak sekolah memperbanyak tempat sampah sehingga sekolah yang relatif bersih itu menjadi semakin bersih. Dalam kunjungan itu, siswa-siswi SMPN 14 yang kebetulan sedang berolahraga tampak antusias melihat dan menyapa Presiden. "Heee.... Bapak aku datang," kata salah seorang siswi.
Saat meninjau ruang perpustakaan yang menyatu dengan ruang komputer, Kepala SMPN 14 Zaidawati mengeluhkan komputer yang sudah rusak dan tidak mampu melakukan pengadaan baru. Menanggapi keluhan tersebut, di sekolah yang memiliki 23 kelas, 864 siswa, dan 54 guru itu, Presiden menyatakan akan memberikan bantuan Rp 100 juta.
Sementara Presiden meninjau perpustakaan, para guru perempuan di sana juga tampak antusias berfoto dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.
Selanjutnya, Presiden dan rombongan meninjau SDN 97 yang terletak di seberang SMPN 14. Kebetulan Kepala SD 97 A Kasno tengah dinas di luar. Dalam peninjauan di sana, Presiden dipandu wali kelas VI, Fitriani.
Sama seperti sebelumnya, Presiden juga meninjau ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang kelas, dan WC. Presiden juga tampak puas karena lingkungan di SD tersebut bersih.
Pada kesempatan itu, Fitriani mengeluhkan lapangan yang belum di beton sehingga masih berdebu. Fitriani juga mengatakan, sekolah ini belum memiliki mushala. Mendengar hal itu, spontan Ibu Negara memanggil Menteri Agama Suryadharma Ali untuk memberikan perhatian.
Di sekolah itu, Presiden menyatakan akan memberikan bantuan Rp 50 juta.
Jelang Stoke vs MU - Chicharito Siap Tampil, Smalling Diragukan
Beritabola.com Manchester - Jelang laga melawan Stoke City, Manchester United mendapat angin segar seiring dengan telah pulihnya Javier 'Chicharito' Hernandez. Namun Chris Smalling diragukan bisa tampil.
MU akan berupaya meraih kemenangan keenam saat melawat ke markas Stoke, Britannia Stadium, Sabtu (24/9/2011) malam WIB.
Hernandez lolos dari cedera serius akibat tekel Ashley Cole dalam kemenangan 3-1 "Setan Merah" atas Chelsea. Striker muda asal Meksiko itu diketahui telah berlatih penuh bersama skuad pada Kamis (22/9).
"Saat terjadi cedera itu, dia (Hernandez) tak bisa merasakan apapun pada kakinya. Ada mati rasa dan kami berpikir mungkin ada syaraf yang rusak," ucap Sir Alex Ferguson dalam konferensi pers seperti dikutip dari situs resmi MU.
"Dia akan siap tampil untuk laga besok," sambung si manajer.
Berbeda dengan Smalling yang masih belum bisa dipastikan untuk tampil pada akhir pekan ini. Bek internasional Inggris ini masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami memiliki sedikit keraguan tentang Smalling - kami akan melihat situasinya pada pagi ini. Jika dia kembali tentunya kami akan senang," lanjut Fergie.
Sementara Rio Ferdinand diharapkan bisa tampil karena MU butuh pengalamannya untuk melawan Stoke. Ferdinand menderita cedera betis dan melewatkan laga kontra Chelsea.
"Semoga Rio bisa kembali besok. Pengalamannya di laga tandang seperti ini selalu penting," harap dia.
Nemanja Vidic tampak masih butuh waktu lebih banyak untuk memulihkan cederanya. Sang kapten hingga kini belum mulai berlatih dan masih menjalani perawatan.
(dtc/rin)
Sumber : http://www.beritabola.com/liga-inggris/liga-inggris/20618-jelang-stoke-vs-mu-chicharito-siap-tampil-smalling-diragukan.html
MU akan berupaya meraih kemenangan keenam saat melawat ke markas Stoke, Britannia Stadium, Sabtu (24/9/2011) malam WIB.
Hernandez lolos dari cedera serius akibat tekel Ashley Cole dalam kemenangan 3-1 "Setan Merah" atas Chelsea. Striker muda asal Meksiko itu diketahui telah berlatih penuh bersama skuad pada Kamis (22/9).
"Saat terjadi cedera itu, dia (Hernandez) tak bisa merasakan apapun pada kakinya. Ada mati rasa dan kami berpikir mungkin ada syaraf yang rusak," ucap Sir Alex Ferguson dalam konferensi pers seperti dikutip dari situs resmi MU.
"Dia akan siap tampil untuk laga besok," sambung si manajer.
Berbeda dengan Smalling yang masih belum bisa dipastikan untuk tampil pada akhir pekan ini. Bek internasional Inggris ini masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami memiliki sedikit keraguan tentang Smalling - kami akan melihat situasinya pada pagi ini. Jika dia kembali tentunya kami akan senang," lanjut Fergie.
Sementara Rio Ferdinand diharapkan bisa tampil karena MU butuh pengalamannya untuk melawan Stoke. Ferdinand menderita cedera betis dan melewatkan laga kontra Chelsea.
"Semoga Rio bisa kembali besok. Pengalamannya di laga tandang seperti ini selalu penting," harap dia.
Nemanja Vidic tampak masih butuh waktu lebih banyak untuk memulihkan cederanya. Sang kapten hingga kini belum mulai berlatih dan masih menjalani perawatan.
(dtc/rin)
Sumber : http://www.beritabola.com/liga-inggris/liga-inggris/20618-jelang-stoke-vs-mu-chicharito-siap-tampil-smalling-diragukan.html
Minggu, 03 April 2011
LOGIKA PERCABANGAN&PERULANGAN PADA BASIC
uses crt;
var
i,s,p,l,r,a,t,x,y,nilai:integer;
z:real;
const
phi=3.14;
begin
clrscr;
Langkah pertama membuat program perulangan pada pascal adalah dengan cara memanggil unit library pascal crt yang merupakan unit bawahan atau standard pascal serta statement ini berfungsi untuk menghapus layar dan interface keyboard. Berikutnya, terdapat statement untuk mendeklarasikan variable beserta tipe-tipe datanya. Seperti pada statement diatas terdapat perintah var i,s,p,l,r,a,t,x,y,nilai:integer; artinya mendeklarasikan variable yang diinginkan(i, s, p, l, r, a, t, x, y, nilai) berdasarkan tipe data bilangan bulat dan jangan pernah lupa untuk setiap akhir statement diakhiri dengan titik koma(;), kecuali untuk nama label. Dan mendeklarasikan(z) berdasarkan tipe data bilangan asli. Lalu statement selanjutnya yaitu const phi=3.14; artinya mendeklarasikan konstanta untuk memberikan nama konstanta sebagai identitas pengenal(phi) dan menentukkan nilai konstanta(3,14). Setelah itu terdapat statement untuk memulai suatu program utama. Kemudian diakhiri dengan statement clrscr; yang berarti untuk membersihkan layar dari statement program yang terdahulu.
writeln('Masukkan Nilai :');
readln(nilai);
if nilai > 3 then
writeln('SYNTAX ERROR !!!');
if nilai = 1 then
begin
writeln('Menghtung Luas Persegi :');
write('Masukkan Sisi :');
readln(s);
x:=s*s;
write('Hasil : ',x);
end;
Pada statement diatas menjelaskan untuk mencetak tepat seperti yang terdapat didalam tanda petik(“…”), writeln('Masukkan Nilai :'); artinya mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Nilai :) pada layar lalu pendah baris ke bawah. Kemudian readln(nilai); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Setelah itu terdapat statement if nilai > 3 then artinya jika nilai lebih besar daripada 3 maka akan tampil sesuai dengan yang diinginkan. Berikutnya, statement diatas terdapat writeln('SYNTAX ERROR !!!'); artinya mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(SYNTAX ERROR !!!) pada layar lalu pendah baris ke bawah. Lalu terdapat statement if nilai = 1 then artinya jika nilai sama dengan 1 maka akan tampil sesuai yang diinginkan. Setelah itu terdapat statement untuk memulai suatu program utama. Kemudian terdapat statement untuk mencetak tepat seperti yang terdapat didalam tanda petik(“…”), writeln(‘Menghitung Luas Persegi’); artinya mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Menghitung Luas Persegi) pada layar lalu pendah baris ke bawah. Kemudian write(‘Masukkan Sisi :’); yang berarti mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Sisi) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(s); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Selanjutnya variable x memiliki nilai dari hasil s yang dikalikan dengan s. Setelah itu mencetak tulisan(Hasil :) pada layar tanpa pindah baris. Dan diakhiri dengan statement end; yang berarti statement itu berakhir dan diakhiri dengan tanda baca titik koma(;).
if nilai = 2 then
begin
writeln('Menghitung Luas Segitiga :');
write('Masukkan Alas :');
readln(a);
write('Masukkan Tinggi :');
readln(t);
y:=(a*t) div 2;
write('Hasil : ',y);
end;
Pada statement diatas terdapat statement jika nilai sama dengan 2 maka akan tampil sesuai yang diinginkan. Setelah itu terdapat statement untuk memulai suatu program utama. Kemudian terdapat statement untuk mencetak tepat seperti yang terdapat didalam tanda petik(“…”), writeln(‘Menghitung Luas Segitiga’); artinya mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Menghitung Luas Segitiga) pada layar lalu pendah baris ke bawah. Kemudian write(‘Masukkan Alas :’); yang berarti mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Alas) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(a); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Statement berikutnya, sama seperti statement sebelumya yaitu mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Tinggi) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(t); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Lalu terdapat statement variable y memiliki nilai dari hasil a yang dikalikan dengan t dan kemudian hasilnya dibagi dengan 2. Setelah itu mencetak tulisan(Hasil :) pada layar tanpa pindah baris. Dan diakhiri dengan statement end; yang berarti statement itu berakhir dan diakhiri dengan tanda baca titik koma(;).
if nilai = 3 then
begin
writeln('Menghitung Luas Lingkaran ');
write('Masukkan Jari-Jari :');
readln(r);
z:=r*r*phi;
write('hasil : ',z:3:3);
end;
{for i:=1 to nilai do};
readln;
end.
Pada statement diatas terdapat statement jika nilai sama dengan 3 maka akan tampil sesuai yang diinginkan. Setelah itu terdapat statement untuk memulai suatu program utama. Kemudian terdapat statement untuk mencetak tepat seperti yang terdapat didalam tanda petik(“…”), writeln(‘Menghitung Luas Lingkaran’); artinya mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Menghitung Luas Lingkaran) pada layar lalu pendah baris ke bawah. Kemudian write(‘Masukkan Jari-jari :’); yang berarti mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Jari-jari) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(r); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Lalu terdapat statement variable z memiliki nilai dari hasil r yang dikalikan dengan r dan kemudian hasilnya dikalikan kembali dengan dengan phi yang memiliki nilai sebesar 3,14. Setelah itu mencetak tulisan(Hasil :) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement end; yang berarti statement itu berakhir dan diakhiri dengan tanda baca titik koma(;). Lalu terdapat statement {for i:=1 to nilai do}; artinya untuk variable I memiliki nilai sampai nilai yang diinginkan dan diikuti dengan statement untuk menginput data lalu pindah baris. Dan diakhiri dengan statement end. yang berarti perintah itu berakhir dan selalu diberi titik(.) artinya akhir dari program tersebut.
var
i,s,p,l,r,a,t,x,y,nilai:integer;
z:real;
const
phi=3.14;
begin
clrscr;
Langkah pertama membuat program perulangan pada pascal adalah dengan cara memanggil unit library pascal crt yang merupakan unit bawahan atau standard pascal serta statement ini berfungsi untuk menghapus layar dan interface keyboard. Berikutnya, terdapat statement untuk mendeklarasikan variable beserta tipe-tipe datanya. Seperti pada statement diatas terdapat perintah var i,s,p,l,r,a,t,x,y,nilai:integer; artinya mendeklarasikan variable yang diinginkan(i, s, p, l, r, a, t, x, y, nilai) berdasarkan tipe data bilangan bulat dan jangan pernah lupa untuk setiap akhir statement diakhiri dengan titik koma(;), kecuali untuk nama label. Dan mendeklarasikan(z) berdasarkan tipe data bilangan asli. Lalu statement selanjutnya yaitu const phi=3.14; artinya mendeklarasikan konstanta untuk memberikan nama konstanta sebagai identitas pengenal(phi) dan menentukkan nilai konstanta(3,14). Setelah itu terdapat statement untuk memulai suatu program utama. Kemudian diakhiri dengan statement clrscr; yang berarti untuk membersihkan layar dari statement program yang terdahulu.
writeln('Masukkan Nilai :');
readln(nilai);
if nilai > 3 then
writeln('SYNTAX ERROR !!!');
if nilai = 1 then
begin
writeln('Menghtung Luas Persegi :');
write('Masukkan Sisi :');
readln(s);
x:=s*s;
write('Hasil : ',x);
end;
Pada statement diatas menjelaskan untuk mencetak tepat seperti yang terdapat didalam tanda petik(“…”), writeln('Masukkan Nilai :'); artinya mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Nilai :) pada layar lalu pendah baris ke bawah. Kemudian readln(nilai); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Setelah itu terdapat statement if nilai > 3 then artinya jika nilai lebih besar daripada 3 maka akan tampil sesuai dengan yang diinginkan. Berikutnya, statement diatas terdapat writeln('SYNTAX ERROR !!!'); artinya mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(SYNTAX ERROR !!!) pada layar lalu pendah baris ke bawah. Lalu terdapat statement if nilai = 1 then artinya jika nilai sama dengan 1 maka akan tampil sesuai yang diinginkan. Setelah itu terdapat statement untuk memulai suatu program utama. Kemudian terdapat statement untuk mencetak tepat seperti yang terdapat didalam tanda petik(“…”), writeln(‘Menghitung Luas Persegi’); artinya mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Menghitung Luas Persegi) pada layar lalu pendah baris ke bawah. Kemudian write(‘Masukkan Sisi :’); yang berarti mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Sisi) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(s); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Selanjutnya variable x memiliki nilai dari hasil s yang dikalikan dengan s. Setelah itu mencetak tulisan(Hasil :) pada layar tanpa pindah baris. Dan diakhiri dengan statement end; yang berarti statement itu berakhir dan diakhiri dengan tanda baca titik koma(;).
if nilai = 2 then
begin
writeln('Menghitung Luas Segitiga :');
write('Masukkan Alas :');
readln(a);
write('Masukkan Tinggi :');
readln(t);
y:=(a*t) div 2;
write('Hasil : ',y);
end;
Pada statement diatas terdapat statement jika nilai sama dengan 2 maka akan tampil sesuai yang diinginkan. Setelah itu terdapat statement untuk memulai suatu program utama. Kemudian terdapat statement untuk mencetak tepat seperti yang terdapat didalam tanda petik(“…”), writeln(‘Menghitung Luas Segitiga’); artinya mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Menghitung Luas Segitiga) pada layar lalu pendah baris ke bawah. Kemudian write(‘Masukkan Alas :’); yang berarti mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Alas) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(a); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Statement berikutnya, sama seperti statement sebelumya yaitu mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Tinggi) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(t); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Lalu terdapat statement variable y memiliki nilai dari hasil a yang dikalikan dengan t dan kemudian hasilnya dibagi dengan 2. Setelah itu mencetak tulisan(Hasil :) pada layar tanpa pindah baris. Dan diakhiri dengan statement end; yang berarti statement itu berakhir dan diakhiri dengan tanda baca titik koma(;).
if nilai = 3 then
begin
writeln('Menghitung Luas Lingkaran ');
write('Masukkan Jari-Jari :');
readln(r);
z:=r*r*phi;
write('hasil : ',z:3:3);
end;
{for i:=1 to nilai do};
readln;
end.
Pada statement diatas terdapat statement jika nilai sama dengan 3 maka akan tampil sesuai yang diinginkan. Setelah itu terdapat statement untuk memulai suatu program utama. Kemudian terdapat statement untuk mencetak tepat seperti yang terdapat didalam tanda petik(“…”), writeln(‘Menghitung Luas Lingkaran’); artinya mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Menghitung Luas Lingkaran) pada layar lalu pendah baris ke bawah. Kemudian write(‘Masukkan Jari-jari :’); yang berarti mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Jari-jari) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(r); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Lalu terdapat statement variable z memiliki nilai dari hasil r yang dikalikan dengan r dan kemudian hasilnya dikalikan kembali dengan dengan phi yang memiliki nilai sebesar 3,14. Setelah itu mencetak tulisan(Hasil :) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement end; yang berarti statement itu berakhir dan diakhiri dengan tanda baca titik koma(;). Lalu terdapat statement {for i:=1 to nilai do}; artinya untuk variable I memiliki nilai sampai nilai yang diinginkan dan diikuti dengan statement untuk menginput data lalu pindah baris. Dan diakhiri dengan statement end. yang berarti perintah itu berakhir dan selalu diberi titik(.) artinya akhir dari program tersebut.
LOGIKA MENGHITUNG LUAS SEGITIGA
uses crt;
var
a,t,x:integer;
begin
clrscr;
Langkah pertama membuat program Luas Segitiga sama halnya dalam mambuat program sebelumnya adalah dengan cara memanggil unit library pascal crt yang merupakan unit bawahan atau standard pascal serta statement ini berfungsi untuk menghapus layar dan interface keyboard. Berikutnya, terdapat statement untuk mendeklarasikan variable beserta tipe-tipe datanya. Seperti pada statement diatas terdapat perintah var a,t,x:integer; artinya mendeklarasikan variable yang diinginkan(a, t, x) berdasarkan tipe data bilangan bulat dan jangan pernah lupa untuk setiap akhir statement diakhiri dengan titik koma(;), kecuali untuk nama label. Lalu statement selanjutnya yaitu memulai suatu program utama. Kemudian diakhiri dengan statement clrscr; yang berarti untuk membersihkan layar dari statement program yang terdahulu.
writeln(‘Menghitung Luas Segitiga’);
write(‘Masukkan Alas :’);
readln(a);
write(‘Masukkan Tinggi :’);
readln(t);
x:=(a*t) div 2;
write(‘Luas = ‘, x);
readln;
end.
Pada statement diatas menjelaskan untuk mencetak tepat seperti yang terdapat didalam tanda petik(“…”), writeln(‘Menghitung Luas Segitiga’); artinya mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Menghitung Luas Segitiga) pada layar lalu pendah baris ke bawah.kemudian write(‘Masukkan alas :’); yang berarti mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan alas) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(a); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Begitu pula statement berikutnya, sama seperti statement sebelumya yaitu mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Tinggi) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(t); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Selanjutnya variable x memiliki nilai dari hasil a yang dikalikan dengan t per 2. Setelah itu mencetak tulisan(Luas =) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan menginput data lalu pindah baris. Dan diakhiri dengan statement end. yang berarti perintah itu berakhir dan selalu diberi titik(.) artinya akhir dari program tersebut.
var
a,t,x:integer;
begin
clrscr;
Langkah pertama membuat program Luas Segitiga sama halnya dalam mambuat program sebelumnya adalah dengan cara memanggil unit library pascal crt yang merupakan unit bawahan atau standard pascal serta statement ini berfungsi untuk menghapus layar dan interface keyboard. Berikutnya, terdapat statement untuk mendeklarasikan variable beserta tipe-tipe datanya. Seperti pada statement diatas terdapat perintah var a,t,x:integer; artinya mendeklarasikan variable yang diinginkan(a, t, x) berdasarkan tipe data bilangan bulat dan jangan pernah lupa untuk setiap akhir statement diakhiri dengan titik koma(;), kecuali untuk nama label. Lalu statement selanjutnya yaitu memulai suatu program utama. Kemudian diakhiri dengan statement clrscr; yang berarti untuk membersihkan layar dari statement program yang terdahulu.
writeln(‘Menghitung Luas Segitiga’);
write(‘Masukkan Alas :’);
readln(a);
write(‘Masukkan Tinggi :’);
readln(t);
x:=(a*t) div 2;
write(‘Luas = ‘, x);
readln;
end.
Pada statement diatas menjelaskan untuk mencetak tepat seperti yang terdapat didalam tanda petik(“…”), writeln(‘Menghitung Luas Segitiga’); artinya mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Menghitung Luas Segitiga) pada layar lalu pendah baris ke bawah.kemudian write(‘Masukkan alas :’); yang berarti mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan alas) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(a); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Begitu pula statement berikutnya, sama seperti statement sebelumya yaitu mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Tinggi) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(t); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Selanjutnya variable x memiliki nilai dari hasil a yang dikalikan dengan t per 2. Setelah itu mencetak tulisan(Luas =) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan menginput data lalu pindah baris. Dan diakhiri dengan statement end. yang berarti perintah itu berakhir dan selalu diberi titik(.) artinya akhir dari program tersebut.
LOGIKA MENGHITUNG LUAS PERSEGI
uses crt;
var
p,l,x:integer;
begin
clrscr;
Langkah pertama membuat program Luas Persegi adalah dengan cara memanggil unit library pascal crt yang merupakan unit bawahan atau standard pascal serta statement ini berfungsi untuk menghapus layar dan interface keyboard. Berikutnya, terdapat statement untuk mendeklarasikan variable beserta tipe-tipe datanya. Seperti pada statement diatas terdapat perintah var p,l,x:integer; artinya mendeklarasikan variable yang diinginkan(p, l, x) berdasarkan tipe data bilangan bulat dan jangan pernah lupa untuk setiap akhir statement diakhiri dengan titik koma(;), kecuali untuk nama label. Lalu statement selanjutnya yaitu memulai suatu program utama. Kemudian diakhiri dengan statement clrscr; yang berarti untuk membersihkan layar dari statement program yang terdahulu.
writeln(‘Menghitung Luas Persegi’);
write(‘Masukkan Panjang :’);
readln(p);
write(‘Masukkan Lebar :’);
readln(l);
x:=p*l;
write(‘Luas = ‘, x);
readln;
end.
Pada statement diatas menjelaskan untuk mencetak tepat seperti yang terdapat didalam tanda petik(“…”), writeln(‘Menghitung Luas Persegi’); artinya mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Menghitung Luas Persegi) pada layar lalu pendah baris ke bawah.kemudian write(‘Masukkan Panjang :’); yang berarti mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Panjang) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(p); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Begitu pula statement berikutnya, sama seperti statement sebelumya yaitu mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Lebar) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(l); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Selanjutnya variable x memiliki nilai dari hasil p yang dikalikan dengan l. Setelah itu mencetak tulisan(Luas =) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan menginput data lalu pindah baris. Dan diakhiri dengan statement end. yang berarti perintah itu berakhir dan selalu diberi titik(.) artinya akhir dari program tersebut.
var
p,l,x:integer;
begin
clrscr;
Langkah pertama membuat program Luas Persegi adalah dengan cara memanggil unit library pascal crt yang merupakan unit bawahan atau standard pascal serta statement ini berfungsi untuk menghapus layar dan interface keyboard. Berikutnya, terdapat statement untuk mendeklarasikan variable beserta tipe-tipe datanya. Seperti pada statement diatas terdapat perintah var p,l,x:integer; artinya mendeklarasikan variable yang diinginkan(p, l, x) berdasarkan tipe data bilangan bulat dan jangan pernah lupa untuk setiap akhir statement diakhiri dengan titik koma(;), kecuali untuk nama label. Lalu statement selanjutnya yaitu memulai suatu program utama. Kemudian diakhiri dengan statement clrscr; yang berarti untuk membersihkan layar dari statement program yang terdahulu.
writeln(‘Menghitung Luas Persegi’);
write(‘Masukkan Panjang :’);
readln(p);
write(‘Masukkan Lebar :’);
readln(l);
x:=p*l;
write(‘Luas = ‘, x);
readln;
end.
Pada statement diatas menjelaskan untuk mencetak tepat seperti yang terdapat didalam tanda petik(“…”), writeln(‘Menghitung Luas Persegi’); artinya mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Menghitung Luas Persegi) pada layar lalu pendah baris ke bawah.kemudian write(‘Masukkan Panjang :’); yang berarti mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Panjang) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(p); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Begitu pula statement berikutnya, sama seperti statement sebelumya yaitu mencetak tulisan yang terdapat pada tanda petik(Masukkan Lebar) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan statement readln(l); yaitu untuk menginput data lalu pindah baris. Selanjutnya variable x memiliki nilai dari hasil p yang dikalikan dengan l. Setelah itu mencetak tulisan(Luas =) pada layar tanpa pindah baris yang diikuti dengan menginput data lalu pindah baris. Dan diakhiri dengan statement end. yang berarti perintah itu berakhir dan selalu diberi titik(.) artinya akhir dari program tersebut.
Senin, 28 Maret 2011
MANCHESTER UNITED
Manchester United berhasil menang dengan skor 3-2 atas Liverpool. Tiga gol MU dicetak oleh Berbatov.
MU sempat unggul 2-0 berkat gol Berbatov. Tapi, Liverpool mampu menyamakan skor menjadi 2-2 dalam waktu 6 menit. Namun, akhirnya Berba mampu membawa MU kembali unggul di penghujung laga.
MU sempat unggul 2-0 berkat gol Berbatov. Tapi, Liverpool mampu menyamakan skor menjadi 2-2 dalam waktu 6 menit. Namun, akhirnya Berba mampu membawa MU kembali unggul di penghujung laga.
Langganan:
Postingan (Atom)