Sabtu, 05 November 2011

INDUSTRI

Oleh :
Febry Aryanto
12410701 / 2 IB 02

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan ALLAH SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah tulisan ini kami selesaikan tepat pada waktunya. Ada pun makalah ini kami susun, untuk dapat memenuhi tugas I mata kuliah Pengantar Lingkungan. Tulisan ini kami beri judul ”Industri”. Kami berharap dengan disusunnya tulisan ini agar mahasiswa diharapkan memahami dan mengerti masalah lingkungan dalam pembangunan industri, keracunan bahan logam pada industrialisasi, keracunan bahan organis pada industrialisasi, perlindungan masyarkat sekitar perusahan industri, analisis dampak lingkungan, dan pembangunan industri, pertumbuhan ekonomi dan lingkungan hidup. Kami menyadari tulisan ini jauh dari kata sempurna, karena itu kritik dan saran yang membangun kami harap kan.

Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Edi Minaji Pribadi selaku dosen mata kuliah Pengantar Lingkungan yang telah membimbing kami, sera pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tulisan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.



Bekasi, 22 Oktober 2011


PENDAHULUAN

Pertambahan penduduk yang cepat mempunyai implikasi pada berbagai bidang. Bertambahnya penduduk yang cepat ini mengakibatkan tekanan pada sektor penyediaan fasilitas tenaga kerja yang tidak mungkin tidak dapat ditampung dari sector pertanian. Maka untuk memperluas kesempatan kerja, sector industry perlu ditingkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas. Peningkatan secara bertahap di berbagai bidang industry akan menyebabkan secara beransur-ansur tidak akan lagi tergantung kepada hasil produksi luar negeri dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Walaupun telah digariskan oleh pemerintah bahwa dalam meningkatkan pembangunan industry hendaknya jangan sampai membawa akibat rusaknya lingkungan hidup, dalam kenyataan yang lebih banyak diperhatikan dalam pendirian industry sekarang adalah keuntungan-keuntungan dari hasil produksinya. Sedikit sekali perhatian terhadap masalah lingkungan, sehingga pendirian industry tersebut akan mengakibatkan pencemaran lingkungan aleh hasil buangannya yang kadang-kadang diabaikan.

MATERI

Materi dapat di lihat dengan membuka link di bawah ini.
http://www.slideshare.net/febry777/industri-bab-7-10032667

VIDEO





PEMBAHASAN

Pengertian

Industri adalah bidang matapencaharian yang menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya dan politik.

Sejarah

Industri berawal dari pekerjaan tukang atau juru. Sesudah matapencaharian hidup berpindah-pindah sebagai pemetik hasil bumi, pemburu dan nelayan di zaman purba, manusia tinggal menetap, membangun rumah dan mengolah tanah dengan bertani dan berkebun serta beternak. Kebutuhan mereka berkembang misalnya untuk mendapatkan alat pemetik hasil bumi, alat berburu, alat menangkap ikan, alat bertani, berkebun, alat untuk menambang sesuatu, bahkan alat untuk berperang serta alat-alat rumah tangga. Para tukang dan juru timbul sebagai sumber alat-alat dan barang-barang yang diperlukan itu. Dari situ mulailah berkembang kerajinan dan pertukangan yang menghasilkan barang-barang kebutuhan. Untuk menjadi pengrajin dan tukang yang baik diadakan pola pendidikan magang, dan untuk menjaga mutu hasil kerajinan dan pertukangan di Eropa dibentuk berbagai gilda (perhimpunan tukang dan juru sebagai cikal bakal berbagai asosiasi sekarang).

Pertambangan besi dan baja mengalami kemajuan pesat pada abad pertengahan. Selanjutnya pertambangan bahan bakar seperti batubara, minyak bumi dan gas maju pesat pula. Kedua hal itu memacu kemajuan teknologi permesinan, dimulai dengan penemuan mesin uap yang selanjutnya membuka jalan pada pembuatan dan perdagangan barang secara besar-besaran dan massal pada akhir abad 18 dan awal abad 19. Mulanya timbul pabrik-pabrik tekstil (Lille dan Manchester) dan kereta api, lalu industri baja (Essen) dan galangan kapal, pabrik mobil (Detroit), pabrik alumunium. Dari kebutuhan akan pewarnaan dalam pabrik-pabrik tekstil berkembang industri kimia dan farmasi. Terjadilah Revolusi Industri.

Sejak itu gelombang industrialisasi berupa pendirian pabrik-pabrik produksi barang secara massal, pemanfaatan tenaga buruh, dengan cepat melanda seluruh dunia, berbenturan dengan upaya tradisional di bidang pertanian (agrikultur). Sejak itu timbul berbagai penggolongan ragam industri.

Cabang-cabang Industry

Berikut adalah berbagai industri yang ada di Indonesia:
• Makanan dan minuman
• Tembakau
• Tekstil
• Pakaian jadi
• Kulit dan barang dari kulit
• Kayu, barang dari kayu, dan anyaman
• Kertas dan barang dari kertas
• Penerbitan, percetakan, dan reproduksi
• Batu bara, minyak dan gas bumi, dan bahan bakar dari nuklir
• Kimia dan barang-barang dari bahan kimia
• Karet dan barang-barang dari plastik
• Barang galian bukan logam
• Logam dasar
• Barang-barang dari logam dan peralatannya
• Mesin dan perlengkapannya
• Peralatan kantor, akuntansi, dan pengolahan data
• Mesin listrik lainnya dan perlengkapannya
• Radio, televisi, dan peralatan komunikasi
• Peralatan kedokteran, alat ukur, navigasi, optik, dan jam
• Kendaraan bermotor
• Alat angkutan lainnya
• Furniture dan industri pengolahan lainnya

Klasifikasi Berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986

1. Industri kimia dasar : misalnya industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb
2. Industri mesin dan logam dasar : misalnya industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll
3. Industri kecil : industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll
4. Aneka industri : industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.


Pandangan dan Sikap Saya

Ilmu pengetahuan, teknologi dan industry telah membawa bebagai kemajuan tetapi sekaligus juga melahirkan resiko-resiko dalam kehidupan yang seringkali berakibat jauh dan panjang. Bahkan yang buruknya adalah resiko itu baru kita ketahui setelah menimpa kembali sebagai bumerang. Lebih buruk lagi adalah apabila resiko itu tidak menimpa diri kita tetapi justru menimpa diri orang lain. Karena kerawanan lingkungan itu di timbulkan oleh manusia, diharapkan penyelesaiannya juga masih mungkin diusahakan oleh manusia. Sementara itu perlindungan terhadap kehidupan liar, ekonomi dan mentang alam harus dilihat sebagai kelayakan dan keharusan moral, lebih dari sekedar dilihat dari sudut bagaimana hal itu secara langsung memberikan keuntungan kepada manusia.
Dalam tat kehidupan yang makin ruweh, komplek dan berat perlu sekali ditengok nilai-nilai ekosistem yang merosot, kita coba mengelola kehidupan kita dengan baik agar kita kembali menikmati integritas ekosistem yang pada akhirnya akan memberikan integritas kepada kehidupan kita sebagai manusia. Kita harus sanggup untuk mengurangi dan melepaskan secara berangsur-angsur tuntutan dan tekanan kita terhadap lingkungan hidup. Dengan etika lingkungan kita yang makin kuat, mungkin kita akan terpaksa hidup dengan sedikit kekurangan, tetapi Insya Allah dalam lingkungan yang lebih baik, lebih sehat dan lebih berbahagia.

DAFTAR PUSTAKA

Santoso, Budi.1999. Ilmu Lingkungan Industri. Depok: Gunadarma.
http://id.wikipedia.org/wiki/Industri
http://www.google.co.id/search?q=industri.ppt&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
http://www.youtube.com/watch?v=CkLLPwgBeOs
http://www.youtube.com/watch?v=AF6M1_IxE-k&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=nEVTwg2s7ZE&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=kPAqVEFg85c&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=dA1wzNnfHY4&feature=related

Jumat, 04 November 2011

PERTAMBANGAN

Oleh :
Febry Aryanto
12410701 / 2 IB 02


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan ALLAH SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah tulisan ini kami selesaikan tepat pada waktunya. Ada pun makalah ini kami susun, untuk dapat memenuhi tugas I mata kuliah Pengantar Lingkungan. Tulisan ini kami beri judul ”Pertambangan”. Kami berharap dengan disusunnya tulisan ini agar mahasiswa mengerti dan memahami masalah lingkungan dalam pembangunan pertambangan energi, cara pengelolaannya, kecelakaan di pertambangan, penyehatan lingkungan pertambangan, serta pencemaran dan penyakit-penyakit yang timbul.Kami menyadari tulisan ini jauh dari kata sempurna, karena itu kritik dan saran yang membangun kami harap kan.

Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Edi Minaji Pribadi selaku dosen mata kuliah Pengantar Lingkungan yang telah membimbing kami, sera pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tulisan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.



Bekasi, 22 Oktober 2011


PENDAHULUAN

Menurut jenis yang dihasilkan di Indonesia terdapat antara lain pertambangan minyak dan gas bumi, logam-logam mineral seperti timah putih, emas, tembaga, mangan, air raksa, besi, belerang dan lain-lain. Bahan organik seperti batubara, batu0batu berharga seperti intan dan lain-lain.

Pembangunan dan pengelolaan bidan pertambahan perlu diserasikan dalam bidang energi dan bahan bakar serta pengembangan wilayah, disertai dengan peningkatan pengawasan yang menyeluruh.

Pengembangan dan pemanfaatan energy perlu secara bijaksana baik itu untuk keperluan ekspor maupun untuk penggunaan dalam negeri serta kemampuan penyediaan energy secara strategis dalam jangka panjang. Sebab minyak bumi sumber utama pemakaian energy yang penggunaanya terus meningkat, sedangkan jumlah persediaan terbatas. Karena itu perlu adanya pengembangan sumber-sumber energi lainnya seperti batu bara, tenaga air, tenaga angin, tenaga panas bumi, tenaga matahari, tenaga nuklir dan sebagainnya.

MATERI

Materi dapat dilihat dengan membuka link di bawah ini.
http://www.slideshare.net/febry777/pertambangan-10032716

VIDEO






PEMBAHASAN

Pengertian

Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi, migas).

Paradigma baru kegiatan industri pertambangan ialah mengacu pada konsep Pertambangan yang berwawasan Lingkungan dan berkelanjutan, yang meliputi :

• Penyelidikan Umum (prospecting)
• Eksplorasi : eksplorasi pendahuluan, eksplorasi rinci
• Studi kelayakan : teknik, ekonomik, lingkungan (termasuk studi amdal)
• Persiapan produksi (development, construction)
• Penambangan (Pembongkaran, Pemuatan,Pengangkutan, Penimbunan)
• Reklamasi dan Pengelolaan Lingkungan
• Pengolahan (mineral dressing)
• Pemurnian / metalurgi ekstraksi
• Pemasaran
• Corporate Social Responsibility (CSR)
• Pengakhiran Tambang (Mine Closure)

Ilmu Pertambangan : ialah ilmu yang mempelajari secara teori dan praktik hal-hal yang berkaitan dengan industri pertambangan berdasarkan prinsip praktik pertambangan yang baik dan benar (good mining practice)

Pandangan dan Sikap Saya

Sumber daya bumi di bidang pertambangan harus dikembangkan semaksimal mungkin untuk mencapai pembangunan. Dan untuk ini perlu adanya survey dan evaluasi yang terintegrasi dari para ahli agar menimbulkan keuntungan yang sangat besar dengan sedikit kerugian baik secara ekonomi maupun secara ekologi.

Penggunaan ekologi dalam penggunaan pertambangan sangat perlu di dalam rangka meningkatkan mutu hasil pertambangan dan untuk dapat memperhitungkan sebelumnya pengaruh aktivitas pembangunan pertambangan pada sumber daya dan proses alam lingkungan yang lebih luas.

Segala pengaruh sekunder pada ekosistem baik lokal maupun secara lebih luas perlu dipertimbangkan dalam proses perencanaan pembangunan pertambangan, dan sedapat mungkin dievaluasi sehingga kerusakan akibat pembangunan pertambangan ini dapat dihindarkan atau dikurangi, sebab melindungi lingkungan lebih mudah dari pada memperbaiki.

DAFTAR PUSTAKA

Santoso, Budi.1999. Ilmu Lingkungan Industri. Depok: Gunadarma.
http://id.wikipedia.org/wiki/Pertambangan
http://www.google.co.id/search?q=pertambangan.ppt&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
http://www.youtube.com/watch?v=Rw9lGrFv6KQ
http://www.youtube.com/watch?v=3hd-UXTSVPQ

BAKU MUTU LINGHKUNGAN

Oleh :
Febry Aryanto
12410701 / 2 IB 02

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan ALLAH SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah tulisan ini kami selesaikan tepat pada waktunya. Ada pun makalah ini kami susun, untuk dapat memenuhi tugas I mata kuliah Pengantar Lingkungan. Tulisan ini kami beri judul ”Baku Mutu Lingkungan”. Kami berharap dengan disusunnya tulisan ini agar mahasiswa diharapkan memahmi dan mengerti pengembangan ilmu teknologi dan pengetahuan lingkungan, hubungan lingkungan dengan pembangan, serta pencemaran dan perusakan lingkungan hidup oleh proses pembangunan.Kami menyadari tulisan ini jauh dari kata sempurna, karena itu kritik dan saran yang membangun kami harap kan.

Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Edi Minaji Pribadi selaku dosen mata kuliah Pengantar Lingkungan yang telah membimbing kami, sera pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tulisan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.



Bekasi, 22 Oktober 2011


PENDAHULUAN

Ada banyak pendapat yang terjadi di masyarakat, misalnya seseorang mengatakan bahwa sungai telah tercemar, tetapi ada juga mengatakan bahwa sungai tersebut masih baik. Untuk mengatasi perbedaan pendapat yang sering terjadi dan supaya seseorang yang memandang sesuatu dari kepentingannya sendiri, maka perlu adanya tolak ukur yang dapat dipakai bersama. Diantaranya yaitu mengatakan atau menilai bahwa lingkungan telah rusak atau tercepai dipakai baku mutu lingkungan.

Sehubungan dengan baku mutu lingkungan, ada istilah nilai ambang batas yang merupakan batas-batas daya dukung, daya tenggang dan daya toleransi atau kemampuan lingkungan. Nilai ambang batas yaitu batas tertinggi dan terendah dari kandungan zat-zat, makhluk hidup atau komponen-komponen lain dalam setiap interaksi yang berkenaan dengan lingkungan khususnya yang mempengaruhi mutu lingkungan. Jadi terjadi kondisi lingkungan yang telah melebihi nilai ambang batas(batas maksimum dan minimum) yang telah ditetapkan berdasarkan baku mutu lingkungan maka dapat dikatakan bahwa lingkungan tersebut telah tercemar.

MATERI

Materi dapat di lihat dengan membuka link di bawah ini.
http://www.slideshare.net/febry777/baku-10032674

VIDEO




PEMBAHASAN

Pengertian

Baku mutu lingkungan merupakan batas atau akadar makhluk hidup, zat, energi, atau kompinen yang ada atau harus ada dan atau unsur pencemar lingkungan yang ditenggang adanya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup, terdapat 5 jenis baku mutu lingkungan, yaitu:

1. Baku mutu air
2. Baku mutu udara ambien
3. Baku mutu emisi gas dan partikel buang
4. Baku mutu air laut
5. Baku mutu limbah cair

Baku mutu dan nilai ambang batas sebenrany berbeda perbedaan itu antara lain:

1. Baku mutu untuk lengkungan ambien, sedangkan nilai ambang batas untuk lingkungan kerja.
2. Waktu pemaparan pada baku mutu adalh 24jam, sedangkan pada nilai ambang batas adalah 8jam per hari.
3. pada baku buku yang menjadi target terpapar adalah semua kelompok umur, sedangkan pada nilai ambang batas adalah pekerja.
4. Baku mutu memiliki kadar yang lebih kecil sedangkan nilai ambang batas memiliki kadar yang lebih besar.

Baku Mutu Air

Baku mutu air terbagi atas 2, yaitu baku mutu aliran dan baku mutu effluen. Baku mutu aliran merupakan persyaratan mutu air bagi sumber air seperti sungai, danau, air tanah yang disusun dengan mempertimbangkan pemanfaat air tersebut, kemampuan mengencerkan dan membersihkan diri terhadap beban pencemaran dan faktor ekonomis.

Ciri-ciri baku mutu aliran:
1. Untuk mengatur kualitas badan air
2. Untuk daerah yang sedikit industri
3. Pengawasan lebih sulit
4. Syarat untuk industri sejenis beda


Baku mutu effluen merupakan persyaratan mutu air limbah yang dialirkan ke sumber air, sawah, tanah, dan tempat-tempat lain dengan mempertimbangkan pemanfaatan sumber air yang bersangkutan dan faktor ekonomi pengelolaan air buangan.

Ciri-ciri baku mutu effluen;
1. Mengatur buangan ke badan air
2. Untuk daerah yang banyak industri
3. Pengawasan yang dilakukan lebih mudah
4. Syarat untuk industri sejenis sama.

Penggolongan badan air menurut PP No 2o Tahun 1990:
1. Golongan A, untuk air minum tanpa pengolahan
2. Golongan B, untuk bahan bak air minum
3. Golongan C, untuk keperluan perikanan dan pertanian
4. Golongan D, untuk pertanian, usaha perkotaan, industri
5. Golongan E, untuk selain di atas, seperti transportasi.


Baku Mutu Udara

Baku mutu udara ambien dan emisi limbah gas yang dibuang ke udara harus mencantumkan secara jelas dalam ijin pembuangan gas. Semua kegiatan yang membuang limbah gas keudara ditetapkan mutu emisinya dengan pengertian :
a. Mutu emisi dari limbah gas yang dibuang keudara tidak melampaui baku mutu udara emisi yang telah ditetapkan.
b. Tidak menyebabkan turunnya kualitas udara.

Pandangan dan Sikap Saya

Untuk menentukan apakah telah terjadi pencemaran dari kegiatan industri atau pabrik dipergunakan dua buah system baku mutu lingkungan, yaitu Effluent Standard dan Stream Standard.

DAFTAR PUSTAKA

Santoso, Budi.1999. Ilmu Lingkungan Industri. Depok: Gunadarma.
http://kesmasy.wordpress.com/2010/10/08/baku-mutu-lingkungan/
http://www.google.co.id/search?q=baku+mutu+lingkungan.ppt&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
http://www.youtube.com/watch?v=P5SrCm4Sb3A
http://www.youtube.com/watch?v=tS4iY3byJHU
http://www.youtube.com/watch?v=W4B_8OK-cHc
http://www.youtube.com/watch?v=THbb7dRvQsU

KEPENDUDUKAN

Oleh :
Febry Aryanto
12410701 / 2 IB 02

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan ALLAH SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah tulisan ini kami selesaikan tepat pada waktunya. Ada pun makalah ini kami susun, untuk dapat memenuhi tugas I mata kuliah Pengantar Lingkungan. Tulisan ini kami beri judul ”Kependudukan”. Kami berharap dengan disusunnya tulisan ini agar Agar mahasiswa memahami dan mengerti perkembangan prnduduk Indosnesia, pertambahan penduduk dan lingkungan, serta pertumbuhan penduduk dan tingkat pendidikan. Selain itu mahasiswa diharapkan memahami pertumbuhan penduduk dan penyakit yang berkaitan dengan lingkungan hidup, pertumbuhan penduduk dan kelaparan, serta kemiskinan dan keterbelakangan. Kami menyadari tulisan ini jauh dari kata sempurna, karena itu kritik dan saran yang membangun kami harap kan.

Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Edi Minaji Pribadi selaku dosen mata kuliah Pengantar Lingkungan yang telah membimbing kami, sera pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tulisan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.



Bekasi, 22 Oktober 2011


PENDAHULUAN

Sejak dulu, masalah penduduk sudah menjadi perhatian manusia. Para negarawan maupun kelompok ahli membincangkan tentang besarnya jumlah penduduk yang seimbang berdasarkan pertimbangan politik, militer dan faktor sosial ekonomi.

MATERI

Materi dapat di lihat dengan membuka link di bawah ini.
http://www.slideshare.net/febry777/penduduk-indonesia-10032682

VIDEO






PEMBAHASAN

Ketidakseimbangan pertambahan penduduk dengan pertambahan produksi pangan ini sangat mempengaruhi keadaan lingkungan hidup, dimana lingkungan hidup diperas dan dikuras untuk memenuhi lingkungan hidup. Akibatnya lingkungan hidup semakin rusak dan berkurang kemampuan ataupun produktifitasnya.

Pertambahan penduduk seperti kita alami sekarang menimbulkan banyak masalah kependudukan, tidak hanya kekurangan makan pada sebagian besar penduduk, tetapi juga kekurangan kesempatan kerja, sekolah, kekurangan tempat tinggal, kekurangan air, dan berbagai macam akses lainnya.

Dalam arti luas populasi berarti sejumlah makhluk sejenis yang mendiami atau menduduki tempat tertentu, misalnya pohon jati yang terdapat didalam suatu hutan atau babi hutan yang menempati hutan tersebut. Kadang-kadang populasi tudak hanya dikenakan kepada makhluk, juga benda-benda sejenis.

Rangka mempelajari penduduk, kita dapat mengadakan pendekatan secara demografi, yaitu mengenai jumlahnya, mengenai cirri-cirinya seperti umur dan sejenis kelamin, status perkawinan, pendidikan dan pekerjaan, serta distribusi tempat tinggalnya. Perubahan jumlah, cirri serta distribusi yersebut dapat disebabkan karena adanya perubahan kelahiran(fertilasi), kematian(mortalitas) dan perpindahan penduduk(migrasi). Pengetahuan demografi diperoleh dari informasi yang dikumpulkan melalui sensus, registrasi vital dan survei penduduk. Informasi ini meliputi jumlah dan arah pertumbuhannya, kualitas penduduk, penyebaran penduduk dan migrasi penduduk.

Pandangan dan Sikap Saya

Zaman yang modern ini kita telah tahu bahwa jumlah kependudukan dari tahun ketahun semakin meningkat dan disinilah yang menjadi permasalahan bagi seluruh negara. Banyak sekali upaya yang dilakukan oleh tiap negara salah satunya adalah mengadakan upaya Keluarga Berencana(KB). Setiap masyarakat yang baru membentuk keluarga baru dianjurkan mengikuti program KB guna mempersempit angka kelahiran disetiap negara.

DAFTAR PUSTAKA

Santoso, Budi.1999. Ilmu Lingkungan Industri. Depok: Gunadarma.
http://www.google.co.id/search?q=kependudukan.ppt&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
http://www.youtube.com/watch?v=z7xWS_uZpYg
http://www.youtube.com/watch?v=AWUmehlA4Dg

SUMBER DAYA ALAM

Oleh :
Febry Aryanto
12410701 / 2 IB 02

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan ALLAH SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah tulisan ini kami selesaikan tepat pada waktunya. Ada pun makalah ini kami susun, untuk dapat memenuhi tugas I mata kuliah Pengantar Lingkungan. Tulisan ini kami beri judul ”Sumber Daya Alam”. Kami berharap dengan disusunnya tulisan ini agar dapat Mahasiswa diharapkan untuk memahami dan mengerti dari falsafah, konsep, permasalahan, dan kebijaksanaan serta pengelolaan sumber daya alam. Selain dari pada itu mahasiswa perlu memahami karakteristik ekologi sumber daya alam, daya dukung lingkungan serta keterbatasan kemampuan manusia. Kami menyadari tulisan ini jauh dari kata sempurna, karena itu kritik dan saran yang membangun kami harap kan.

Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Edi Minaji Pribadi selaku dosen mata kuliah Pengantar Lingkungan yang telah membimbing kami, sera pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tulisan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.



Bekasi, 22 Oktober 2011


PENDAHULUAN

Dalam ilmu lingkungan kita mengenal berbagai macam tentang sumber daya alam, baik itu yang dapat diperbarui atau yang tidak dapat diperbarui. Sumber daya alam tersebut harus di gunakan dengan sebaik-baiknya. Suatu lingkungan akan berjalan dengan baik bila kita menggunakan dengan sebaik-baiknnya.


MATERI

Materi dapat di litat dengan membuka link di bawah ini
http://www.slideshare.net/febry777/sumber

VIDEO








PEMBAHASAN

Pengertian

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang ada di alam dan dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Sumber alam dap d bagi menjadi dua, yaitu:

a. Sumber Daya yang dapat diperbaharui (Biotik)
Adalah sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dipergunakan secara terus-menerus, contoh: air, udara, tanah, hutan, hewan dan tumbuhan.

b. Sumber Daya Alam yang tidak dapat di perbaharui (Abiotik)
Adalah sumber daya alam yang jika dipergunakan secara terus-menerus akan habis. Sebagian besar bahan tersebut berasal dari barang tambang, contoh: minyak bumi, batu bara, emas, perak, besi, timah.

Daya Dukung Lingkungan

Kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup yang meliputi ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Keberadaan sumber daya alam di bumi tidak tersebar merata sehingga daya dukung lingkungan pada setiap daerah akan berbeda-beda. Oleh karena itu, pemanfaatanya harus dijaga agar terus berkesinambungan dan tindakan eksploitasi harus dihindari. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut:

1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.

2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).

3. Mengembangkan metode penambangan dan pemrosesan yang lebih efisien serta dapat didaur ulang.

4. Melaksanakan etika lingkungan dengan menjaga kelestarian alam.


Sumber Daya Alam di Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia dan hal ini, berdasarkan Protokol Nagoya, akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan (green economy). Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati, serta memuat penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam tersebut. Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah terbentuk oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Dilihat dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.

2. Dilihat dari sisi geologi, Indonesia terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik sehingga banyak terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral.


3. Daerah perairan di Indonesia kaya sumber makanan bagi berbagai jenis tanaman dan hewan laut, serta mengandung juga berbagai jenis sumber mineral.

Tingginya tingkat biodiversitas Indonesia ditunjukkan dengan adanya 10% dari tanaman berbunga yang dikenal di dunia dapat ditemukan di Indonesia, 12% dari mamalia, 16% dari hewan reptil, 17% dari burung, 18% dari jenis terumbu karang, dan 25% dari hewan laut.[12] Di bidang agrikultur, Indonesia juga terkenal atas kekayaan tanaman perkebunannya, seperti biji coklat, karet, kelapa sawit, cengkeh, dan bahkan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia.

Sumber daya alam di Indonesia tidak terbatas pada kekayaan hayatinya saja. Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis bahan tambang, seperti petroleum, timah, gas alam, nikel, tembaga, bauksit, timah, batu bara, emas, dan perak. Di samping itu, Indonesia juga memiliki tanah yang subur dan baik digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Wilayah perairan yang mencapai 7,9 juta km2 juga menyediakan potensi alam yang sangat besar.

Sumber Daya Alam dan Pertumbuhan Ekonomi

Sumber daya alam dan tingkat perekonomian suatu negara memiliki kaitan yang erat, dimana kekayaan sumber daya alam secara teoritis akan menunjang pertumbuhan ekonomi yang pesat. Akan tetapi, pada kenyataannya hal tersebut justru sangat bertentangan karena negara-negara di dunia yang kaya akan sumber daya alamnya seringkali merupakan negara dengan tingkat ekonomi yang rendah. Kasus ini dalam bidang ekonomi sering pula disebut Dutch disease. Hal ini disebabkan negara yang cenderung memiliki sumber pendapatan besar dari hasil bumi memiliki kestabilan ekonomi sosial yang lebih rendah daripada negara-negara yang bergerak di sektor industri dan jasa. Di samping itu, negara yang kaya akan sumber daya alam juga cenderung tidak memiliki teknologi yang memadai dalam mengolahnya. Korupsi, perang saudara, lemahnya pemerintahan dan demokrasi juga menjadi faktor penghambat dari perkembangan perekonomian negara-negara terebut. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pembenahan sistem pemerintahan, pengalihan investasi dan penyokongan ekonomi ke bidang industri lain, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pemberdayaan sumber daya alam. Contoh negara yang telah berhasil mengatasi hal tersebut dan menjadikan kekayaan alam sebagai pemicu pertumbuhan negara adalah Norwegia dan Botswana.


Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Sumber daya alam memiliki peranan dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk memudahkan pengkajiannya, pemanfaatan SDA dibagi berdasarkan sifatnya, yaitu SDA hayati dan nonhayati.

Sumber Daya Alam Hayati

Tumbuhan
Tumbuhan merupakan sumber daya alam yang sangat beragam dan melimpah. Organisme ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan pati melalui proses fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan. Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan bahkan kepunahan dan hal ini akan berdampak pada rusaknya rantai makanan. Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia diantaranya:

1. Bahan makanan: padi, jagung,gandum,tebu
2. Bahan bangungan: kayu jati, kayu mahoni
3. Bahan bakar (biosolar): kelapa sawit
4. Obat: jahe, daun binahong, kina, mahkota dewa
5. Pupuk kompos.

Pertanian dan perkebunan
Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam. Data statistik pada tahun 2001 menunjukkan bahwa 45% penduduk Indonesia bekerja di bidang agrikultur. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa negara ini memiliki lahan seluas lebih dari 31 juta ha yang telah siap tanam, dimana sebagian besarnya dapat ditemukan di Pulau Jawa. Pertanian di Indonesia menghasilkan berbagai macam tumbuhan komoditi ekspor, antara lain padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, ubi, dan singkong. Di samping itu, Indonesia juga dikenal dengan hasil perkebunannya, antara lain karet (bahan baku ban), kelapa sawit (bahan baku minyak goreng), tembakau (bahan baku obat dan rokok), kapas (bahan baku tekstil), kopi (bahan minuman), dan tebu (bahan baku gula pasir).

Hewan, peternakan, dan perikanan
Sumber dayaa alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Pemanfaatannya dapat sebagai pembantu pekerjaan berat manusia, seperti kerbau dan kuda atau sebagai sumber bahan pangan, seperti unggas dan sapi. Untuk menjaga keberlanjutannya, terutama untuk satwa langka, pelestarian secara in situ dan ex situ terkadang harus dilaksanakan. Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian dengan memindahkan hewan tersebut dari habitatnya ke tempat lain. Untuk memaksimalkan potensinya, manusia membangun sistem peternakan, dan juga perikanan, untuk lebih memberdayakan sumber daya hewan.

Sumber Daya Alam Nonhayati

Ialah sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus, contohnya: air, angin, sinar matahari, dan hasil tambang.

Air
Air merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup dan bumi sendiri didominasi oleh wilayah perairan. Dari total wilayah perairan yang ada, 97% merupakan air asin (wilayah laut, samudra, dll.) dan hanya 3% yang merupakan air tawar (wilayah sungai, danau, dll.). Seiring dengan pertumbuhan populasi manusia, kebutuhan akan air, baik itu untuk keperluan domestik dan energi, terus meningkat. Air juga digunakan untuk pengairan, bahan dasar industri minuman, penambangan, dan aset rekreasi. Di bidang energi, teknologi penggunaan air sebagai sumber listrik sebagai pengganti dari minyak bumi telah dan akan terus berkembang karena selain terbaharukan, energi yang dihasilkan dari air cenderung tidak berpolusi dan hal ini akan mengurangi efek rumah kaca.

Angin
Pada era ini, penggunaan minyak bumi, batu bara, dan berbagai jenis bahan bakar hasil tambang mulai digantikan dengan penggunaan energi yang dihasilkan oleh angin. Angin mampu menghasilkan energi dengan menggunakan turbin yang pada umumnya diletakkan dengan ketinggian lebih dari 30 meter di daerah dataran tinggi. Selain sumbernya yang terbaharukan dan selalu ada, energi yang dihasilkan angin jauh lebih bersih dari residu yang dihasilkan oleh bahan bakar lain pada umumnya. Beberapa negara yang telah mengaplikasikan turbin angin sebagai sumber energi alternatif adalah Belanda dan Inggris.

Tanah
Tanah termasuk salah sumber daya alam nonhayati yang penting untuk menunjang pertumbuhan penduduk dan sebagai sumber makanan bagi berbagai jenis makhluk hidup. Pertumbuhan tanaman pertanian dan perkebunan secara langsung terkait dengan tingkat kesuburan dan kualitas tanah. Tanah tersusun atas beberapa komponen, seperti udara, air, mineral, dan senyawa organik. Pengelolaan sumber daya nonhayati ini menjadi sangat penting mengingat pesatnya pertambahan penduduk dunia dan kondisi cemaran lingkungan yang ada sekarang ini.

Hasil Tambang
Sumber daya alam hasil penambangan memiliki beragam fungsi bagi kehidupan manusia, seperti bahan dasar infrastruktur, kendaraan bermotor, sumber energi, maupun sebagai perhiasan. Berbagai jenis bahan hasil galian memiliki nilai ekonomi yang besar dan hal ini memicu eksploitasi sumber daya alam tersebut. Beberapa negara, seperti Indonesia dan Arab, memiliki pendapatan yang sangat besar dari sektor ini. Jumlahnya sangat terbatas, oleh karena itu penggunaannya harus dilakukan secara efisein.

Pandangan dan Sikap Saya

Perkembangan teknologi yang mengelola sumber daya alam harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat, dengan tetap memperhatikan keseimbangan dan kelestariannya, sehingga akan tetap bermanfaat sumber daya alam haruslah seksama dan tepat sehingga mutu dan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup dapat dipertahankan, untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan.

Terhadap sumber daya alam yang telah terlanjur rusak atau memang buruk kondisi alamnya perlu diadakan rehabilitas. Daerah aliran sungan sebagai suatu kesatuan perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan, demikian pula daerah pantai, wilayah laut dan kawasan udara.


DAFTAR PUSTAKA

Santoso, Budi.1999. Ilmu Lingkungan Industri. Depok: Gunadarma.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam
http://www.youtube.com/watch?v=2wnLH25xeDw
http://www.youtube.com/watch?v=2wnLH25xeDw
http://www.youtube.com/watch?v=QlCr8fn1hbs
http://www.youtube.com/watch?v=McAbMlSo6Vk
http://www.youtube.com/watch?v=LbNXGX1H4r0

EKOLOGI DAN ILMU PENGETAHUAN

Oleh :
Febry Aryanto
12410701 / 2 IB 02

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan ALLAH SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah tulisan ini kami selesaikan tepat pada waktunya. Ada pun makalah ini kami susun, untuk dapat memenuhi tugas I mata kuliah Pengantar Lingkungan. Tulisan ini kami beri judul ”Ekologi dan Ilmu Lingkungan”. Kami berharap dengan disusunnya tulisan ini agar dapat mahasiswa mengetahui dan memahami Ekologi dan Ilmu Lingkungan serta azas-azas dari pengetahuan lingkungan. Kami menyadari tulisan ini jauh dari kata sempurna, karena itu kritik dan saran yang membangun kami harap kan.

Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Edi Minaji Pribadi selaku dosen mata kuliah Pengantar Lingkungan yang telah membimbing kami, sera pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tulisan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.



Bekasi, 22 Oktober 2011


PENDAHULUAN

Jika 500 tahun yang lalu manusia mencari dan menemukan kebesaran bumi, maka kini justru sebaliknya, manusia menganggap bumi sangat terbatas.

Dewasa ini umat manusia juga telah menyadari bahwa sinar matahari pada suatu saat akan habis, karena sinar itu berupa tenaga panas yang dipancarkan akibat reaksi inti. Musnahnya sinar matahari berada diluar jangkauan umat manusia, sehingga tidak perlu mendapatkan perhatian seperti halnya bumi atau lingkingan hidup. Umat manusia telah menyadari bahwa dewasa ini lingkungan manusia semakin terganggu. Terganggunya lingkungan hidup manusia dikarnakan perilaku manusia yang tidak sesuai dengan lingkungannya.

Hal yang sangat menggembirakan adalah timbulnya kesadaran manusia terhadap lingkungan. Dengan tindakan-tindakan yang dilakukkan seperti sekarang ini manusia telah memperkirakan apa yang akan terjadi pada saat-saat yang akan datang. Perhatikan umat manusia terhadap lingkungan ditandai dengan diselenggarakan dua kali konferensi yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Konferensi yang membicarakan lingkungan yang pertama diselenggarakan pada tahun 1972 dengan nama “Konferensi tentang Lingkungan Hidup”. Konferensi kedua yang membahas lingkungan hidup diselenggarakan 20 tahun kemudian dengan nama “Konferensi Tingkat Tinggi tentang Lingkungan Hidup dan Pembangunan” di Rio di Janeiro, Brasil, yaitu tanggal 3 sampai 14 Juni 1992.

Pada konferensi tersebut semua menerima konsensus bahwa ekonomi, pembangunan, dan lingkungan hidup merupakan satu kesatuan yang tidak terpisah satu sama lainnya. Perlindungan terhadap lingkungan hidup merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan satu sama lainnya. Perlindungan terhadap lingkungan hidup jangan mengorbankan pembangunan, karena pembangunan(ekonomi) merupakan hak fundamental semua bangsa dan negara. Ini berarti kekayaan alam di negara berkembang jangan dipandang milik dunia. Kewajiban terhadap lingkungan hendaknya dipikul bersama seadil-adilnya untuk semua negara. Ini memerlukan pertimbangan perbadaan tingat keuangan, teknologi dan kemampuan kelembagaan dari semua negara.

Dengan menyadari sepenuhnya hubungan antara pembangunan dan lingkungan hidup, bila satu negara mampu meningkatkan pembangunannya, mak kemampuan untuk menjaga lingkungan juga meningkat. Karena itu sasaran utama kerjasama internasional hendaknya memungkinkan negara-negara berkembang mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan secara mandiri dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Cara mencapai pertumbuhan tersebut adalah:

1. Negara berkembang harus memperoleh harga yang lebih baik dan adil bagi mata dagangan yang diperoleh dari sumber alam sendiri, harga yang mencerminkan biaya untuk memperbaharui lingkungan dan sumber daya alam.

2. Negara berkembang harus diberikan kesempatan untuk memperoleh pendapata yang lebih besar dari nilai tambah yang dihasilkan oleh pemrosesan sumber daya alam sebelum diekspor.

Kedua cara tersebut bukan merupakan suatu tugas yang ringan, mengingat masih terdapat warisan kolonial dalam bentuk hubungan internasional, dalam pola alur perdagangan dan sumber daya alam yang sangat menguntungkan negara-negara industri dan merugikan negara berkembang. Kekayaan dan teknologi menyebabkan negara maju dapat menentukan syarat-syarat dalam hubungannya dengan negara-negara berkembang. Akibatnya kekayan materi negara-negara maju semakin bertambah, sehingga semakin memperkuat kedudukan mereka.

Dengan diadakannya konferensi tingkat tinggi tentang “Lingkungan Hidup dan Pembangunan”, kita dapat melihat bahwa masalah lingkungan hidup merupakan masal internasional, yang sangat oenting dan harus dipecahkan bersama.

MATERI

Materi dapat di lihat dengan membuka link dibawah ini.
http://www.slideshare.net/febry777/ekologi-10032661

VIDEO








PEMBAHASAN

A. Pengertian

Ekologi merupakan salah satu ilmu lingkungan. Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.

Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.

Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya. Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik.

Pengertian ekologi menurut para ahli :

1. Fuad Amsyari
Ekologi yaitu suatu ilmu yang mepelajari hubungan antara satu organisme dengan yang lainnya dan dengan organisme-organisme tersebut dengan lingkungannya.

2. H.Sitanggang
Ekologi yaitu ilmu yang mempelajari hubungan antara lingkungan dengan faktor-faktor lingkungan sendiri dan saling berhubungan antara unsur sesuatu faktor dengan sesamamya serta saling berhubungan dengan lingkungan.

3. Miller
Ekologi yaitu ilmu mengenai hubungan timbal balik dengann organisme dengan sesamanya serta dengan lingkungan tempat tinggalnya.

4. Odum
Ekologi yaitu studi yang mempelajari struktur dan fungsi ekosistem.

5. Prajudi Atmosudirjo
Ekologi yaitu tata hubungan total (menyeluruh) dan mutual (timbal balik) antara satu organisme dengan lingkungan sekelilingnya.

Para ahli ekologi mempelajari hal berikut:

1. Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya.

2. Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya.

3. Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Kini para ekolog(orang yang mempelajari ekologi)berfokus kepada Ekowilayah bumi dan riset perubahan iklim.
B. Konsep
Hubungan keterkaitan dan ketergantungan antara seluruh komponen ekosistem harus dipertahankan dalam kondisi yang stabil dan seimbang (homeostatis). Perubahan terhadap salah satu komponen akan memengaruhi komponen lainnya. Homeostatis adalah kecenderungan sistem biologi untuk menahan perubahan dan selalu berada dalam keseimbangan.

Ekosistem mampu memelihara dan mengatur diri sendiri seperti halnya komponen penyusunnya yaitu organisme dan populasi. Dengan demikian, ekosistem dapat dianggap suatu cibernetik di alam. Namun manusia cenderung mengganggu sistem pengendalian alamiah ini. Ekosistem merupakan kumpulan dari bermacam-macam dari alam tersebut, contoh hewan, tumbuhan, lingkungan, dan yang terakhir manusia


C. Ekologi Dalam Politik

Ekologi menimbulkan banyak filsafat yang amat kuat dan pergerakan politik – termasuk gerakan konservasi, kesehatan, lingkungan,dan ekologi yang kita kenal sekarang. Saat semuanya digabungkan dengan gerakan perdamaian dan Enam Asas, disebut gerakan hijau. Umumnya, mengambil kesehatan ekosistem yang pertama pada daftar moral manusia dan prioritas politik, seperti jalan buat mencapai kesehatan manusia dan keharmonisan sosial, dan ekonomi yang lebih baik.

Orang yang memiliki kepercayaan-kepercayaan itu disebut ekolog politik. Beberapa telah mengatur ke dalam Kelompok Hijau, namun ada benar-benar ekolog politik dalam kebanyakan partai politik. Sangat sering mereka memakai argumen dari ekologi buat melanjutkan kebijakan, khususnya kebijakan hutan dan energi. Seringkali argumen-argumen itu bertentangan satu sama lain, seperti banyak yang dilakukan akademisi juga.

D. Ekologi dalam ekonomi

Banyak ekolog menghubungkan ekologi dengan ekonomi manusia:

• Lynn Margulis mengatakan bahwa studi ekonomi bagaimana manusia membuat kehidupan. Studi ekologi bagaimana tiap binatang lainnya membuat kehidupan.
• Mike Nickerson mengatakan bahwa "ekonomi tiga perlima ekologi" sejak ekosistem menciptakan sumber dan membuang sampah, yang mana ekonomi menganggap dilakukan "untuk bebas".

Ekonomi ekologi dan teori perkembangan manusia mencoba memisahkan pertanyaan ekonomi dengan lainnya, namun susah. Banyak orang berpikir ekonomi baru saja menjadi bagian ekologi, dan ekonomi mengabaikannya salah. "Modal alam" ialah 1 contoh 1 teori yang menggabungkan 2 hal itu.

E. Ekologi Dalam Kacamata Antropologi

Terkadang ekologi dibandingkan dengan antropologi, sebab keduanya menggunakan banyak metode untuk mempelajari satu hal yang kita tak bisa tinggal tanpa itu. Antropologi ialah tentang bagaimana tubuh dan pikiran kita dipengaruhi lingkungan kita, ekologi ialah tentang bagaimana lingkungan kita dipengaruhi tubuh dan pikiran kita.

Beberapa orang berpikir mereka hanya seorang ilmuwan, namun paradigma mekanistik bersikeras meletakkan subyek manusia dalam kontrol objek ekologi — masalah subyek-obyek. Namun dalam psikologi evolusioner atau psikoneuroimunologi misalnya jelas jika kemampuan manusia dan tantangan ekonomi berkembang bersama. Dengan baik ditetapkan Antoine de Saint-Exupery: "Bumi mengajarkan kita lebih banyak tentang diri kita daripada seluruh buku. Karena itu menolak kita. Manusia menemukan dirinya sendiri saat ia membandingkan dirinya terhadap hambatan."

F. Beberapa Cabang Ilmu dari Ekologi

Karena sifatnya yang masih sangat luas, maka ekologi mempunyai beberapa cabang ilmu yang lebih fokus, yaitu:

• Ekologi tingkah laku
• Ekologi komunitas dan sinekologi
• Ekofisiologi
• Ekologi ekosistem
• Ekologi evolusi
• Ekologi global
• Ekologi manusia
• Ekologi populasi

Pandangan dan Sikap Saya

Dalam ekologi hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya (ekosistem) bersifat obyektif, manusia dipandang sama dengan makhluk hidup lainnya. Dalam ilmu lingkungan, manusia dibedakan dengan makhluk hidup lain, pandangan hubungan antara manusia dengan lingkungan bersifat subyektif. Dalam ilmu lingkungan manusia mempunyai hak khusus, semuanya di pandang dari kepentingan manusia, tetapi manusia juga harus mempunyai tanggung jawab yang paling besar terhadap lingkungannya dimana tanggung jawab ini tidak mungkin diserahkan kepada makhluk hidup lainnya. Disinilah perlunya kita mempelajari lingkungan hidup, agar kita dapat menempatkan diri sesuia dengan porsinya di dalam lingkungan yang harus kita jaga.


DAFTAR PUSTAKA

Santoso, Budi.1999. Ilmu Lingkungan Industri. Depok: Gunadarma.
http://id.wikipedia.org/wiki/Ekologi
http://supeksa.wordpress.com/2010/04/23/azas-pengetahuan-sumber-daya-alam-sistem-ekologi-dan-populasi/
http://www.google.co.id/search?q=ekologi+dan+ilmu+lingkungan.ppt&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
http://www.youtube.com/watch?v=nY0r0-L59r8
http://www.youtube.com/watch?v=iTNVAVRI188
http://www.youtube.com/watch?v=lDlM7GQRbnQ
http://www.youtube.com/watch?v=gxk13_LOoI0

ASAS-ASAS ILMU PENGETAHUAN

Oleh :
Febry Aryanto
12410701 / 2 IB 02

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan ALLAH SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah tulisan ini kami selesaikan tepat pada waktunya. Ada pun makalah ini kami susun, untuk dapat memenuhi tugas I mata kuliah Pengantar Lingkungan. Tulisan ini kami beri judul ”Asas-asas Pengetahuan Lingkungan”. Kami berharap dengan disusunnya tulisan ini agar dapat mahasiswa mengetahui dan memahami Ekologi dan Ilmu Lingkungan serta azas-azas dari pengetahuan lingkungan. Kami menyadari tulisan ini jauh dari kata sempurna, karena itu kritik dan saran yang membangun kami harap kan.

Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Edi Minaji Pribadi selaku dosen mata kuliah Pengantar Lingkungan yang telah membimbing kami, sera pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tulisan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.



Bekasi, 22 Oktober 2011



PENDAHULUAN

Jika 500 tahun yang lalu manusia mencari dan menemukan kebesaran bumi, maka kini justru sebaliknya, manusia menganggap bumi sangat terbatas.

Dewasa ini umat manusia juga telah menyadari bahwa sinar matahari pada suatu saat akan habis, karena sinar itu berupa tenaga panas yang dipancarkan akibat reaksi inti. Musnahnya sinar matahari berada diluar jangkauan umat manusia, sehingga tidak perlu mendapatkan perhatian seperti halnya bumi atau lingkingan hidup. Umat manusia telah menyadari bahwa dewasa ini lingkungan manusia semakin terganggu. Terganggunya lingkungan hidup manusia dikarnakan perilaku manusia yang tidak sesuai dengan lingkungannya.

Hal yang sangat menggembirakan adalah timbulnya kesadaran manusia terhadap lingkungan. Dengan tindakan-tindakan yang dilakukkan seperti sekarang ini manusia telah memperkirakan apa yang akan terjadi pada saat-saat yang akan datang. Perhatikan umat manusia terhadap lingkungan ditandai dengan diselenggarakan dua kali konferensi yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Konferensi yang membicarakan lingkungan yang pertama diselenggarakan pada tahun 1972 dengan nama “Konferensi tentang Lingkungan Hidup”. Konferensi kedua yang membahas lingkungan hidup diselenggarakan 20 tahun kemudian dengan nama “Konferensi Tingkat Tinggi tentang Lingkungan Hidup dan Pembangunan” di Rio di Janeiro, Brasil, yaitu tanggal 3 sampai 14 Juni 1992.

Pada konferensi tersebut semua menerima konsensus bahwa ekonomi, pembangunan, dan lingkungan hidup merupakan satu kesatuan yang tidak terpisah satu sama lainnya. Perlindungan terhadap lingkungan hidup merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan satu sama lainnya. Perlindungan terhadap lingkungan hidup jangan mengorbankan pembangunan, karena pembangunan(ekonomi) merupakan hak fundamental semua bangsa dan negara. Ini berarti kekayaan alam di negara berkembang jangan dipandang milik dunia. Kewajiban terhadap lingkungan hendaknya dipikul bersama seadil-adilnya untuk semua negara. Ini memerlukan pertimbangan perbadaan tingat keuangan, teknologi dan kemampuan kelembagaan dari semua negara.

Dengan menyadari sepenuhnya hubungan antara pembangunan dan lingkungan hidup, bila satu negara mampu meningkatkan pembangunannya, mak kemampuan untuk menjaga lingkungan juga meningkat. Karena itu sasaran utama kerjasama internasional hendaknya memungkinkan negara-negara berkembang mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan secara mandiri dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Cara mencapai pertumbuhan tersebut adalah:
1. Negara berkembang harus memperoleh harga yang lebih baik dan adil bagi mata dagangan yang diperoleh dari sumber alam sendiri, harga yang mencerminkan biaya untuk memperbaharui lingkungan dan sumber daya alam.
2. Negara berkembang harus diberikan kesempatan untuk memperoleh pendapata yang lebih besar dari nilai tambah yang dihasilkan oleh pemrosesan sumber daya alam sebelum diekspor.

Kedua cara tersebut bukan merupakan suatu tugas yang ringan, mengingat masih terdapat warisan kolonial dalam bentuk hubungan internasional, dalam pola alur perdagangan dan sumber daya alam yang sangat menguntungkan negara-negara industri dan merugikan negara berkembang. Kekayaan dan teknologi menyebabkan negara maju dapat menentukan syarat-syarat dalam hubungannya dengan negara-negara berkembang. Akibatnya kekayan materi negara-negara maju semakin bertambah, sehingga semakin memperkuat kedudukan mereka.

Dengan diadakannya konferensi tingkat tinggi tentang “Lingkungan Hidup dan Pembangunan”, kita dapat melihat bahwa masalah lingkungan hidup merupakan masal internasional, yang sangat oenting dan harus dipecahkan bersama.


MATERI

Materi dapat di buka dengan membuka link dibawah ini.
http://www.slideshare.net/febry777/asas-asas



VIDEO






PEMBAHASAN

Pengetahuan lingkungan (environmental science) merupakan ilmu yang relatif muda. Kelahirannya sangat dipacu oleh kekhawatiran akan terjadinya krisis lingkungan dan urgensi diperlukannya landasan pengetahuan yang memadai untuk melengkapi keperluan pendidikan lingkungan. Pendekatan dalam pengetahuan lingkungan bersifat multidisipliner dan interdisipliner, karena ilmu ini mengintegrasikan beberapa cabang ilmu mengenai perikehidupan manusia serta kaitannya dengan berbagai aspek lingkungan masyarakat. Asas-asas utama yang digunakan sebagai landasan aspek keterkaitan, hubungan pengaruh-mempengaruhi dan kesaling-bergantungan antara manusia dengan lingkungan sosial, alami, ekonomi atau pun budayanya, adalah asas-asas ekologi.

Tiga tujuan utama dari Pengetahuan Lingkungan adalah untuk:

1. memberikan pemahaman mengenai konsep-konsep dasar tentang manusia dan lingkungannya,

2. memberikan dasar-dasar kemampuan untuk melakukan analisis mengenai permasalahan lingkungan aktual baik yang terjadi di tingkat lokal, regional ataupun global.

3. memberikan contoh-contoh solusi alternatif tentang bagaimana mengatasi permasalahan lingkungan melalui pendekatan ekologis dan penerapan teknologis.

Ilmu lingkungan yang sudah berkembang dan banyak mengeluarkan hasil, model dan teori yang semakin meningkat jumlahnya harus didasari oleh asas yang kokoh dan kuat. Semua asas dasar yang dikemukakan di sini, sebetulnya merupakan satu kesatuan.

ASAS 1
“Semua energi yang memasuki sebuah organisme, populasi, atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain,tetapi tidak dapat hilang, dihancurkan, atau diciptakan.”

ASAS 2
“Tidak ada sistem perubahan energi yang betul-betul efisien.”
Hukum Termodinamika Kedua
“Semua sistem biologi kurang efisien (hanya sebagian energi dipindahkan & digunakan oleh organisme,populasi,ekosistem lain) Kecenderungan umum, energi berdegradasi ke dalam bentuk panas yg tidak balik+berradiasi ke angkasa.”

ASAS 3
“Materi,energi,ruang,waktu,dan keanekaragaman,semuanya termasuk kategori sumber daya alam.”
Sumber alam :
Segala sesuatu yg diperlukan oleh organisme hidup,populasi,ekosistem yg pengadaannya hingga ke tingkat yg optimum, akan meningkatkan pengubahan energi
Materi : hutan, laut,tambang
Energi : gas bumi,air, minyak bumi, matahari
Ruang : membantu/menghambat proses kawin
Waktu : migrasi ke tempat kondusif,mengejar teknologi moderen negara berkembang

ASAS 4
“Kalau pengadaan semua kategori sumber daya alam sudah mencapai optimum, pengaruh kenaikan berikutnya justru akan menurunkan pertumbuhan suatu populasi organisme. kenaikan yang melampaui batas maksimum, bahkan akan menimbulkan kesan merusuk atau meracuni.”

ASAS 5
“Ada dua jenis sumber alam,yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya, dan yang tidak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut.”
 Masalah : masy tradisional vs moder

ASAS 6
“Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada saingannya,cenderung berhasil mengalahkan saingannya itu.”
 Berdasar pada teori Darwin & Wallace Organisme yang adaptif yang akan menang persaingan Suatu spesies/komunitas dapat bertahan dalam lingkungan tertentu, yaitu dalam keseimbangan alam secara keseluruhan,mempunyai daya biak tinggi

ASAS 7
“Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang “mudah diramal.”
 “Mudah diramal” : Ada keteraturan yang pasti pola faktor lingkungan dalam kurun waktu lama

ASAS 8
“Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson,bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut.”
 Nicia : keadaan lingkungan yg khas
 Setiap spesies mempunyai nicia tertentu, sehingga spesies tsb dapat hidup berdampingan dg spesies lainà lingkungan ditempati jumlah spesies banyak
 Spesies makan yang sama+toleran thd lingkungan à lingkungan ditempati jumlah spesies sedikit

ASAS 9
“Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi produktivitasnya.”
 Terdapat hubungan antara biomasa, aliran energi, dan keanekaragaman dalam suatu sistem biologi
 Efisiensi penggunaan aliran energi dalam sistem biologi akan meningkat dengan meningkatnya kompleksitas organisasi sistem biologi itu

ASAS 10
“Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas (B/P) dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot.”

ASAS 11
“Sistem yang sudah mantap(dewasa) mengeksploitasi sistem yang belum mantap(belum dewasa). “
 Hama tikus,serangga dari hutan rawa menyerang tanaman pertanian di lahan transmigran
 Orang desa bermigrasi ke kota
 Hubungan negara maju-berkembang, menguntungkan negara maju

ASAS 12
“Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan.”
 Reaksi terhadap perubahan lingkungan : populasi dalam lingkungan belum mantap< lingkungan sudah mantap
 Kalau terjadi perubahan drastis lingkungan,ekosistem sudah mantap lebih terancam,karena genetik populasi kaku terhadap perubahan

ASAS 13
“Lingkungan yg secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yg mantap(dewasa),yg kemudian dapat menggalakkan kemantapan populas.”
 Dalam ekosistem mantap à aliran energi yang masuk meningkat
 Bila terjadi masalah pada satu jalur, jalur lain akan mengambil alih/berperan

ASAS 14
“Derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi bergantung kepada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu.”


Pandangan dan Sikap Saya

Ilmu lingkungan yang sudah berkembang dan banyak mengeluarkan hasil, model dan teori yang semakin meningkat jumlahnya harus didasari oleh asas yang kokoh dan kuat. Semua asas dasar yang dikemukaan disini, sebetulnya merupakan satu kesatuan. Meskipun disini dibahas satu persatu menurut urutan logikanya.

Kita dapat mengambil cotoh dari asas-asas yang diatas, contohnya saja seperti ASAS 12
“Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan.”. Asas ini kelanjutan dari asas 6 dan 7, bila pemilihan(seleksi) berlaku, tetapi keanekaragaman terus-menerus dalam sifat adaptasi terhadap lingkungan. Jadi dalam sebuah ekosistem yang sudah stabil, sifat responsif terhadap fluktuasi faktor alam yang diduga-duga ternyata tak diperlukan.

Yang berkembang justru adaptasi peka prilaku dan biokimia lingkungan sosial dan biologi dalam habitat itu. Implikasi yang penting dalam asas ini adalah sesungguhnya tak ada sebuah strategi evolusi yang terbaik dan mandiri di muka bumi ini. Semua lebih tergantung pada keadaan lingkungan fisik.

Kesimpulan asas 12 ini ialah, bahwa populasi dalam ekosistem yang belum mantap, kurang bereaksi terhadap perubahan lingkungan fisikokimia dibandingkan dengan populasi dalam ekosistem yang sudah mantap. Populasi dalam lingkungan dengan kemantapan fisikokimia yang cukup lama tek perlu berevolusi untuk meningkatkan kemampuannya beradaptasi dengan keadaan yang stabil. Jadi, kerugian hidup ditempat atau lingkungan yang stabil, menyebabkan perubahan tak berbalik bagi sifat populasinya, sebab tekanan seleksi menempatkan penguitamaan kepada kesempurnaan, tetapi kaku sifatnya.



DAFTAR PUSTAKA

Santoso, Budi.1999. Ilmu Lingkungan Industri. Depok: Gunadarma.
http://industri16andi.blog.mercubuana.ac.id/2010/11/20/pendidikan-lingkungan-pengetahuan-lingkungan/
http://omatix.blogspot.com/2010/03/asas-asas-ilmu-lingkungan.html
http://konstitusidanpenegakanhukum.blogspot.com/2011/03/asas-asas-pengetahuan-lingkungan.html
http://antilog.in/azas-azas-pengetahuan-lingkungan
http://supeksa.wordpress.com/2010/04/23/azas-pengetahuan-sumber-daya-alam-sistem-ekologi-dan-populasi/
http://www.google.co.id/search?q=asas-asas+pengetahuan+lingkungan.ppt&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
http://www.youtube.com/watch?v=gqDjoLxxif0
http://www.youtube.com/watch?v=Wq4D7Yl9kic
http://www.youtube.com/watch?v=LxVQVjAUcCc
http://www.youtube.com/watch?v=hA2XRq9ZiTk